Jumat, 17 April 2015

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL NERACA PEMBAYARAN (Dasar – dasar Akuntansi Neraca Pembayaran, Akun – akun Utama Neraca Pembayaran, Identitas Neraca Pembayaran, Trend Neraca Pembayaran)


NERACA PEMBAYARAN

Istilah neraca pembayaran (balance of payments) mengacu pada catatan statistik transaksi suatu negara dengan negara lain didunia selama satu periode tertentu yang disajikan dalam bentuk pencatatan double entry (pembukuan berpasangan).


Terdapat beberapa alasan penting mengapa perlu mempelajari neraca pembayaran suatu negara, yaitu:

  • Neraca pembayaran memberi informasi rinci mengenai permintaan dan penawaran mata uang suatu negara.
  • Data neraca pembayaran dapat memberi tanda mengenai potensi suatu negara pada negara lain yang menjadi mitranya didunia bisnis.
  • Data neraca pembayaran dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja suatu negara dalam persaingan ekonomi internasional.


Contoh: 
Harland & Wolff mengimpor mesin yang diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries senilai £25 juta. Harland & Wolff melakukan pembayaran dengan cara mentransfer dana ke rekening bank London yang dimiliki oleh Mitsubishi. Dalam hal ini, pembayaran dilakukan Harland & Wolff akan dicatat sebagai debit (-), sedangkan setoran dana oleh Mitsubishi akan dicatat sebagai kredit (+).


AKUN-AKUN UTAMA NERACA PEMBAYARAN


Neraca Perdagangan

Neraca pembayaran mencatatseluruh jenis transaksi internasional yang dilakukan oleh suatu negara selama periode waktu tertentu yang artinya neraca pembayaran memuat bergbagai macam akun. Neraca transaksi berjalan (current account) meliputi ekspor impor barang dan jasa, sedangkan neraca modal (capital account) meliputi seluruh pembelian dan penjualan aset seperti saham, obligasi, rekening bank, real estate. Devisa negara (official reserve ccount) mencakup seluruh pembelian dan penjualan aset cadangan internasional seperti dolar Amerika Serikat, valuta asing lain seperti euro dan pound, emas dan special drawing right. Saldo neraca transaksi berjalan dapat ditulis sebagai selisih antara output nasional dan penyerapan domestik yang terdiri dari konsumsi, investasi dan pengeluaran pemerintah. Apabila penyerapan domestik suatu negara lebih rendah dibandingkan output nasionalnya maka neraca transaksi berjalan negara itu tentu saja surplus. 

Kategori neraca transaksi berjalan yaitu terdiri dari perdagangan barang, jasa, pendapatan faktor, dan transfer unilateral. Perdagangan Barang menunjukkan ekspor dan impor barang berwujud seperti minyak, gandum, pakaian, kendaraan bermotor, dll. Jasa meliputi pembayaran dan penerimaan jasa hukum konsultasi dan jasa teknik, royalti hak paten dan kekayaan intelektual, premi asuransi, biaya pengiriman dan pengeluaran wisatawan. Hal ini juga sering dinamakan perdagangan tak tampak (invisible trade). Pendapatan faktor yang meliputi pembayaran dan penerimaan bunga deviden dan pendapatan lain pada investasi asing yang telah dilakukan sebelumnya. Transfer unilateral yang mencakup pembayaran satu arah (unrequited payment) misalnya bantuan luar negeri, ganti rugi, hibah dari pemerintah dan swasta serta hadiah . Pengaruh depresiasi mata uang neraca perdagangan suatu negara dapat menjadi sangat rumit. Jika mengikuti depresiasinya, neraca perdagangan mungkin yang pertama memburuk untuk sementara. Namun akhirnya neraca perdagangan akan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Pola reaksi neraca perdagangan sperti ini disebut dengan efek kurva j (j curve effect) artinya kurva ini menunjukkan kondisi neraca perdagangan yang mengalami penurunan diawal dan meningkat diakhir menikui depresiasi. Depresiasi akan meningkatkan neraca perdsgangan secara cepat apabila impor dan ekspor responsif terhadap perubahan kurs dan sebaliknya.

Neraca Modal

Secara umum, investasi asing langsung (foreign direct investment- FDI) terjadi karena perusahaan berusaha untuk mengambil manfaat dari berbagai ketidaksempurnaan pasar, seperti harga tenaga kerja yangmurah dan pasar yang terproteksi. Perusahaan melakukan investasiasing langsung ketika hasil yang diharapkan melebihi biaya modalnya, memungkinkan terjadinya resiko valuta asing dan politik. Hasil yang diharapkan (expected return) dari proyek luar negeribisa lebih tinggi dari proyek dalam negeri karena tariff upah dan biaya bahan baku lebih rendah, pembiayaannya bersudsidi, perlakuan pajaknya istimewa, terdapat aksespasar local yang eksekutif, dan semacamnya. Volume dan araf FDI bisa menjadi sensitive terhadap perubahankurs. Volume FDI juga sensitive terhadap perubahan ekonomi

Investasi portofolio, kategori kedua dari neraca modal, sebagian besar merupakan penjualan dan pembelian asset keuangan asing asing seperti saham dan obligasi yang tidak melibatkan transfer kendali.

Investasi portofolio terdiri dari surat berharga ekuitas dan surat berharga utang. Surat berharga ekuitas meliputi saham perusahaan, sedangkan surat berharga utang meliputi :

  • Obligasi dan wesel
  • Instrument pasar uang, dan
  • Derivative keuangan seperti opsi

Investor biasanya mendiversivikasi portofolio investasi mereka untuk mengurangi resiko. Diversifikasi hasil sekuritas cenderung memiliki korelasi yang rendah antarnegara. Investor dapat mengurangi resiko lebih efektif bila mereka meniversifikasikan kepemilikan portofolio secara internasional daripada murni-domestik.

Kategori ketiga dari neraca modal adalah investasi lain-lain, meliputi transaksi mata uang, deposito bank, kredit perdagangan (trade credit), dan sebagainya. Investasi ini cukup sensitive terhadap perubahan tingkat suku bunga antarnegara dan antisipasi pada perubahan kurs. Apabila suku bunga meningkat di Amerika serikat tidak akan terwujud.

Selisih Statistik

Selisih statistic di neraca pembayaran mencerminkan transaksi yang diabaikan dan tidak tercatat. Pencatatan pembayaran dan penerimaan yang berasal dari transaksi internasional dilakukan pada waktu dan tempat yang berbeda. Hal ini memungkinkan terjadinya penggunaan metode pencatatan yang berbeda. Akibatnya, pencatatan tersebut menjadi kurang sempurna. Padahal pencatatan ini merupakan sumber dibentuknya statistic neraca pembayaran. Perdagangan barang dapat dicatat dengan tingkat akurasi tertentu pada unit bea cukai. Sementara, provisi atas jasa yang tidak tampak,seperti konsultasi, bisa saja terlepas dari pengawasan. Transaksi keuangan lintas negara menjadi jauh lebih sulit untuk dilacak. Hal ini mungkin karena sebagian besar transaksi dilakukan secara elektronik. Berdasarkan alasan tersebut, neraca pembayaran selalu menyajikan debit atau kredit penyeimbang yang disebut selisih statistic. Jumlah saldo neraca modal dan selisih statistic harus lebih besar dari imbangan saldo neraca transaksi berjalan secara signifikan, ini menujukkan bahwa transaksi keuangan menjadi penyebab utama terjadinya selisih tersebut.

Ketika menghitung neraca pembayaran kumulatif yang meliputi neraca transaksi berjalan, neraca modal dan selisih transaksi akan diperoleh saldo keseluruhan (overall balance) atau saldo penyelesaian (official settlement balance). Semua transaksi yang meliputi saldo keseluruhan dilakukan secara otonom untuk kepentingan sendiri. Saldo keseluruhan ini signifikan karena menunjukkan kesenjangan pembayaran internasional suatu negara yang harus diakomodasi dengan transaksi cadangan resmi pemerintah. Hal ini juga yang mengindikasikan penekanan bahwa mata uang negara itu menghadapi depresiasi atau apresiasi.

Cadangan Devisa Negara

Ketika suatu negara harus melakukan pembayaran bersih kepada negara lain karena deficit neraca pembayaran,bank sentral negara (Federal Reserve System di Amerika Serikat) harus mengeluarkan asset cadangan resminya, seperti emas, valuta asing, SDR atau meminjam dari bank sentral asing. Sebaliknya bila suatu negara mengalami surplus neraca pembayaran, bank sentralnya akan membayar utang luar negeri atau mengakuisisi tambahan asset cadangan negara lain. Akun cadangan devisa negara meliputi transaksi – transaksi yang dilakukan oleh otoritas pemerintah untuk mendanai saldo keseluruhan dan mengintervensi pasar valuta asing. Semakin aktif pemerintah mengintervensi pasar valuta asing, semakin besar entri cadangan devisa negara.

Pangsa dolar Amerika Serikat meningkat secara substansial sepanjang 1990-an dan merugikan mata uang lain. Perubahan ini diakibatkan oleh performa dolar yang kuat pada 1990-an dan ketidakpastian terkait dengan pengenalan mata uang baru, yaitu euro. Posisi dominan dolar dalam kepemilikkan cadangan dunia bisa menurun hingga batas tertentu karena euro menjadi terkenal dan bank sentral ingin mendiversifikasikan kepemilikan cadangan mereka. Munculnya euro sebagai mata uang cadangan terpercaya, deficit neraca perdagangan Amerika Serikat yang berkelanjutan dan keinginan negara lain untuk mendiversifikasi mata uangnya dari dolar Amerika Serikat dapat menggerus posisi dolar Amerika Serikat sebagai mata uang cadangan yang dominan. Cadangan valuta asing mereka berasal dari surplus neraca perdagangan. Bank – bank sentral Asia juga membeli dolar Amerika Serikat dipasar valuta asing. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan mata uang local mereka dari apresiasi dolar.

IDENTITAS NERACA PEMBAYARAN

Apabila akun-akun neraca pembayaran dicatat dengan benar, maka saldo gabungan antara neraca transaksi berjalan, neraca modal, dan cadangan devisa negara adalah sama dengan nol. Secara matematis, BOPI (balance of payment identity) dapat ditulis sebagai berikut: 

BCA + BKA + BRA = 0

Keterangan: 

BCA = Saldo neraca transaksi berjalan

BKA = Saldo neraca modal

BRA = Saldo cadangan devisa negara

Persamaan BOPI mengindikasikan bahwa suatu negara dapat mengalami surplus atau defisit neraca pembayaran dengan meningkatkan atau menurunkan cadangan devisa negaranya.

Pada sistem kurs tetap :

BCA + BKA ≠ 0

Negara mempertahankan atau menyimpan cadangan devisa negaranya sehingga memungkinkan ketidakseimbangan neraca pembayaran. 

BCA + BKA = - BRA

Pada sistem kurs fleksibel murni :

Bank sentral tidak akan mengintervensi pasar valuta asing. Surplus atau defisit rekening transaksi berjalan harus sesuai dengan defisit atau surplus rekening modal, dan sebaliknya. 

BCA = -BKA

Pada sistem kurs mengambang kotor :

Bank sentral secara bijaksana membeli & menjual valas, sehingga persamaan BCA = -BKA di atas tidak berlaku secara ketat.


TREN NERACA PEMBAYARAN

Tampilan di atas menunjukan bahwa Amerika Serikat telah mengalami transaksi berjalan yang berkelanjutan sejak tahun 1982 dan surplus neraca modal yang berkelanjutan pula. Selama periode sampe 28 tahun, tingkat deficit neraca transaksi berjalan Amera Serikat jauh lebih besar daripada deficit yang dialami oleh Negara lain. Situsi ini menyebabkan beberapa politisi dan komentator menyesali bahwa Amerika Serikat di Luar batas kemampuannya.

Tampilan kedua menunjukan bahwa Jepang memiliki surplus neraca berjalan yang tidak terputus sejak tahun 1982. Seperti yang diharapkan, selama periode periode ini Jepang mengalami deficit neraca modal berkelanjutan. Jepang banyak berinvestasi pada asset keuangan asing, ini bertujuan untuk mendaur ulang surplus neraca transaksi berjalan yang besar dan berkelanjutan. Konsekuensinya, jepang muncul sebagai Negara kreditur terbesar di Dunia, sedangkan Amerika menjadi Negara debitur terbesar di Dunia.

Ketimpangan global ini menyiratkan bahwa Amerika Serikat secara umum menghabiskan lebih banyak output daripada yang mereka produksi. Jadi, apabila ingin mengurangi ketimpangan global, diharapkan Negara yang mengalami deficit melakukan konsumsi lebih sedikit dan menabung lebih banyak serta Negara yang mengalami surplus yang melakukan konsumsi lebih banyak dan menabung lebih sedikit.














0 komentar:

Posting Komentar