Kamis, 04 Juni 2015

Ringkasan Manajemen Risiko Bab 10, 11, 12

BAB 10

RISIKO KEBAKARAN

Kebakaran adalah salah satu risiko komersial yang sudah dianggap sebagai risiko yang banyak diketahui umum. Berikut beberapa risiko kebakaran yang disebabkan oleh :


Kebakaran karena listrik

Hot work

Mesin

Rokok

Cairan yang mudah tebakar

Penjagaan yang kurang baik

Pembakaran yang dilakukan dengan sengaja

Merancang Strategi Risiko Kebakaran

Strategi risiko kebakaran dimulai dengan adanya survey mengenai kebakaran. Survey ini akan mengidentifikasikan sebeb – sebab yang paling memungkinkan terjadinya kebakaran dan menunjukkan bagaimana cara mencegahnya.

Listrik

Kebakaran karena listrikndapat terjadi karena berbagai sebab, misalnya: aliran listrik yang menyebabkan kabel menjadi panas dan terkelupas, kabel terkelupas karena di gigit tikus, pemasangan sambungan kabel dengan pemakaian bahan untuk isolasi yang salah, pemasangan instalasi listrik termasuk penggunaan ukurang kabel yang salah dll. Pemasangan seharusnya dilakukan oleh orang yang ahlinya.

Pencuruian listrik dengan berbagai cara juga menyebabkan dapat terjadinya kebakaran. Hendaknya manajemen melakukan pelatihan bagi para petugas yang bertanggung jawab pada kelistrikan di perusahaan. Selain itu, instalasi listrik perlu direncanakan dan dikendalikan dengan baik.

Hot Work

Kebakaran yang disebabkan oleh hot work atau pekerjaan – pekerjaan yang menimbulkan panas akibat api serig timbul dari sumber – sumber yang tak terduga. Contohnya adalah tukang cat yang membakar cat pintu yang sudah using memungkinkan terjadi kebakaran.

Oleh karenanya, pekerja perlu di awasi dan tempatnya harus di cek rutin. Perusahaan harus menghindari penggunaan pemanas yang bercahaya atau yang mudah dibawa.

Mesin 

Mesin harus sering di service secara teratur, dan tetap diberi minyak pelumas dengan crar yang telah di tetapkan. Lubang untuk keluar masuk gas harus tetap bersih untuk mencegah terjadinya proses yang berlebihan tumpahan minyak harus dibersihkan dengan bahan yang mudah menyerap. 

Merokok

Sekarang banyak larangan merokok di dalam pabrik maupun dalam kantor. Paling tidak, merokok harus dilarang di tempat dimana terdapat bahan – bahan yang mudah terbakar, khususnya di tempat penyimpanan barang dimana kebakaran dapat dengan cepat menyebar.

Cairan yang Mudah Terbakar

Cairan pelarut merupakan salah satu bahaya yang besar karena sebagian kebakaran yang terjadi bermula dari cairan yang mudah terbakar ini. Mudah terbakarnya cairan pelarut tidak terlalu disadari, dan cairan jenis ini sering berada dalam drum yang terbuka di sekitar pabrik. Cairan yang mudah terbakar seharusnya di sampan di container besi yang tertutup dan diberi peringatan seperti diberi peringatan seperti dilarang merokok.

Kebakaran yang Disengaja

Kebanyakan kebakaran di sengaja terjadi karena kejahatan atau karena pertengkaran seseorang. Pertengkaran antarkaryawan, PHK, atau hubungan industry yang kurang baik lebih memungkinkan terjadinya kebakaran yang disengaja. Untuk antisipasi terjadinya kebakaran di perusahaan hendaknya perusahaan memiliki system perlindungan terhadap kebakaran ( termasuk penyemprotan air dan alaram).

Tindakan Pencegahan terhadap Kebakaran

Perusahaan harus memastikan bahwa para karyawan mengetahui prosedur pengosongan gedung saat terjadinya kebakaran. Oleh karena bagian personalia perlu melakukan pelatihan penanggulangan kebakaran yang harus diadakan secara teratur sehingga semua yakin bahwa gedung dapat dikosongkan dengan mudah. Juga para karyawan harus di latih terhadap kesadaran akan risiko kebakaran, sehingga perilaku sehari – hari mereka dimungkinkan untuk memperkecil risiko ini.

Tugas selanjutnya adalah untuk meminimalkan ancaman terhadap bangunan, pabrik, perlengkapan, dan bahan – bahan. Perlengkapan deteksi kebakaran harus stand by. AFD yang mengg unakan penyemprot air adalah pilihan yang lebih disukai di dalam gedung di mana banyak orang sedang bekerja atau apartemen dimana banyak orang tinggal.

Tanda darurat harus jelas dan konsisten, tanda yang menyesatkan dapat membawa akibat yang fatal. Pintu darurat harus bebas dari rintangan. Jika terjadi kebakaran, orang harus dapat melarikan diri. Cara menghindarkan diri dari api adalah dibantu dengan perangkat yang tidak mudah terbakar.

Minimalisasi Dampak Kebakaran

Mungkin diperlukan langkah untuk mengkopi seluruh data di computer dan menyimpannya di tempat lain agar jika terjadi kebakaran yang merusak data di dalam computer tersebut, data ini kan selamat dan dapat menggantikan data di dalam computer yang terbakar itu. Untuk produk – produk tertentu mungkin perlu disimpan di lebih satu gedung dan babarapa perlengkapan mungkin harus dilindungi oleh alat penyemprot air.

Data Risiko Kebakaran

Untuk menganalisis kerawanan perusahaan dari ancaman kebakaran dibutuhkan data. Variabale yang akan dipakai untuk nalaisis risiko kebakaran terlebih dahulu dijabarkan menjadi descriptor, yang akan dijadikan bahan pertanyaan di dalam instrument pengumpul data misalnya kuisioner.

BAB 11

RISIKO KERUSAKAN KOMPUTER

Komputerisasi sudah merupakan kebutuhan yang penting diperusahaan dalam rangka administrasi data pengolahan data untuk menghasilkan informasi serta pendistribusiannya.

Seberapa Umum Kerusakan Komputer

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Louughborough yang dikutip oleh Sadgrove memperlihatkan bahwa salah satu dari lima perusahaan di Inggris pernah mengalami kerusakan computer secara serius. Penyebab yang dominan adalah adanya kecurangan, pencurian dan kerusakan hardware dan software.

Penyebab Problem

Kerusakan computer yang serius tidak dapat melanjutkan operasionalnya sekitar 1,5 tahun setelah musibah. Perusahaan telah menaruh kepercayaan pada system IT telah terbawa pada situasi yang berisiko tinggi, yaitu situasi macet. Oleh sebab itu diperlukan PC jenis mainframe yang keamanannya lebih baik jika dibandingkan dengan computer jenis laptop, notebook. Dampak yang paling umum dari kerusakan computer adlah kerugian pendapatan, uang , dan goodwill.

Beberapa Nilai Data Anda

Perusahaan harus menaksir nilai data kom[puternya dan dampak apa yang akan terkena pada bisnisnya jika computer yang ada ternyata tidak dapat digunakan. Perusahaan harus menyadari bagaimana perusahaan sangat bergantung pada computer mereka, sehingga perlu diambil tindakan untuk melindunginya dengan pengendalian yang baik.

Lima Tipe Risiko Komputer

Pencurian computer. Akibatnya perusahaan tidak atau lagi siapa yang berhutang, atau pesanan apa saja yang telah dikirim, atau produk apa yang diharapkan untuk dibuat, dan berbagai informasi lain yang selama ini disimpan di dalam perangkat tersebut.

Oemakai yang tidak diiszinkan mengakses computer. Seorang karyawan mungkin mencoba untuk mengakses data rahasia baik karena keingintahuan atau karena kejahatan. Akibatnya timbul kerugian seperti terbongkarnya data rahasia atau data menjadi kacau.

Penggunaan disket yang tidak diperiksa. Virus yang ada pada disket atau media lain dapat menginfeksi computer perusahaan.

Kerusakan perangkat keras atau perangkat lunak. Survey menunjukkan bahwa computer sering mengalami kesalahan, terutama pada saat peng-install-an.

Kesalahan pemakai. Karyawan sering meghapus file secara tidak sengaja atau enghilangkan data karena cara pengarsipan data di computer yang salah.

Menghindari pencurian

Beberapa pencegahan adalah seperti computer harus terkunci di mejanya. Computer dan printer harus diberi tanda, dan nomor serinya dicatat. Label yang tidak dapat dilepas dapat membuat computer kurang laku kalau dijual kembali. Computer juga dapat dipasangi alaram supaya pada saat dipindahkan computer tersebut akan mengeluarkan suara yang keras. Pencurian oleh karyawan dapat dihindari atau diminimalkan melalui prosedur – prosedur yang jelas. Bila perlu mengharuskan karyawan pulang melalui meja atau pos keamanan agar diketahui oleh petugas. 

Proteksi Sistem 

Ada beberapa cara utuk menghindari akses yang dilakukan oleh orang – orang yang tidak berwenaang ke dalam system computer perusahaan seperti berikut ini.

Membatasi jumlah computer dengan menggunakan floopy disk drives

Membatasi akses masuk ke bagian jaringan computer yang berisi data rahasia.

Menyimpan beberapa kompter yang tidak menyatu dalam suatu system network.

Gunakan kata kunci. Perusahaan harus memonitor jumlah kata kunci jika ia yakin bahwa jaringan komputernya menjadi sasaran para hacker.

Kerusakan oleh Virus dan Program Lain

Virus adalah suatu program computer biasanya dimaksudkan untuk merusak system computer. Ada beberapa kerusakan program, tidak semuanya disebabkan oleh virus. Ada program biasanya yang sengaja dibuat dimana pada saat ( yang telah ditentukan), program ini akan merusak computer hanya dalam satu kali eksekusi.

Menghindari Infeksi

Tidak hanya virus yang ditularkan, tetapi juga semacam logic bomb yag pada saat tertentu. Ada bebarapa hal yang perlu diantisipasi. Hindari penggunaan disket yang tidak bebas dari virus. Perusahaan harus mampu melindungi program dari perubahan, karena itu hendaknya karyawan tidak dibenarkan merubah program yang ada tanpa adanya prosedur. Perusahaan dapat mengecek system terhadap anti virus dengan menggunakan anti virus. Program – program ini dapat mengecek file – file memori dari virus – virus yang terkenal tetapi perlu di uji kebenarannya sebelum digunakan.

Meminimalisasi Dampak Kerusakan Hardware, Kesalahan Pemakai, dan Data yang Hilang

Perusahaan harus memiliki asuransi dimana sebagian dari biayanya telah memasukkan biaya – biaya system IT –nya. Mereka juga perlu mengembangkan keahlian karyawan dalam manajemen data. Perusahaan seharusnya mempunyai kopi data yang diulakukan secara rutin dan otomatis., buat salinannya pada tiap ahkir jam kerja pada media yang terpisah, sehingga kerusakan dari hardwate tidak akan mempengaruhi data ataupun program.

Menetapkan Kebijakan

Kebijakan tersebut meliputi :

Garis tanggung jawab terhadap system IT

Penjagaan data dan system back up 

Penggunaan disket yang benar

Akses terhadap data

Kebijakan ini harus didukung oleh prosedur tertulis, terutama yang perlu lebih spesifik adalah dalam hal proteksi data. Untuk memastikan bahwa prosedur dilaksanakan, perlulah dilakukan pemeriksaan secara teratur.

Meng – install Sitem Komputer

Cara menghindari masalah saat penyambungan system yang baru direkomendasikan seperti berikut ini.

Menulai risiko secara formal. Untuk dapat memastikan bahwa risiko yang ada dapat didiskusikan dan diprediksi secara terbuka.

Mengikutsertakan manajemen lini dalam membuat tahapan – tahapan proyek yang kan dibuat. 

Jangan terlalu bergantung pada konsultan. Pengetahuan dapat ditemukan di luar konsultan.

Yakinlah bahwa penjual tidak independen. Penjual ingin menjual sistemnya.

Berhati – hatilah dalam memilih system.

Pengadaan system untuk proyek yang besar hendaknya dilakukan dengan cara tender kepada perusahan atau konsultan yang saling bersaing agar pemilihan konsultan dilakukan secara objektif.

Pilihlah konsultan yang mengerti tentang industry yang digeluti perusahaan.

Lakukan percobaan untuk menjalankan system yang baru.

Berikan pelatihan formal kepada para manajer mengenai system yang dimaksud. Pastikan bahwa para pemakainya telah terlatih

Memilikinperencanaan untuk maintenance

Yakinlah terhadap perubahan yang dapat merubah hasil proyek.

Sistem harus fleksibel.

BAB 12

RISIKO PEMASARAN

Sebab Kegagalan Pemasaran

Kegagalan – kegagalan pemasaran tidak terlepas dari permasalahan yang ada. Berikut adalah 10 macam risiko pokok yang dapat menimbulkan masalah pemasaran, yakni

Kebijakan pemerintah

Kenaikan pajak, akan berakibat pada kenaikan pajak kekayaan atau terjadinya inflasi yang menyebabkan turunyna permintaan

Perubahan – perubahan yang sifatnya mengatur yang akan meningkatkan biaya perusahaan.

Perubahan Permintaan di Pasar

Permintaan akan produk – produk yang mempunyai daur hidup yang pendek memiliki kesulitan tinggi untuk bertahan lama. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat merubah bnasibnya dengan mencoba memprediksi masa depan serta merubah strategi perusahaan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi pasar terhadap produk.

Perang Harga

Perang harga terjadi kerena beberapa factor :

Dampak dari kapasitas produksi dalam industry

Terjadinya sedikit inovasi di pasar

Suatu perusahaan melakukan kampanye pemasaran agresif

Pasar membentuk oligopoly

Jalan keluar dari perang harga 

Satu atau lebih pesaing keluar dari pasar

Beberapa perusahaan menurunkan hasil produksi

Salah satu perusahaan melakukan inovasi utnuk mencari jalan keluar dari masalah ini.

Penurunan Harga

Pemakaian teknologi yang tepat serta produksi barang yang dilakukan secara besar – besaran, sudah tentu harga satuan barang menjadi lebih murah. Kadang – kadang perang harga dapat menguntungkan pemimpin pasar dengan cara memaksa para pesainnnya yang lemah untuk keluar dari pasar.

Strategi Harga

Perusahaan harus menggunakan strategi harga yang meyakinkan dan konsisten. Kenaikan harga yang paling baik dilakukan setelah masa puncak penjualan atau sebelum hari libur, sehingga kenaikannya tidak terlalu terasa oleh konsumen.

Pemalsuan 

Merek merupakan salah satu objek pemalsuan jika merek tersebut merupakan merek terkenal. Selain akan mengirangi pendapatan, pemalsuan juga akan mengurangi reputasi perusahaan karena biasanya kualitas barang yang mengguakan merek palsu tidak sebaik yang asli. 

Performance Produk yang Rendah

Konsumen hanya akan membeli produk yang dapat memuaskan kebutuhannnya sehingga ahkirnya, hanya produk yang kinerjanya terbaik saja yang akan menjadi pemimpin pasar. Kinerja disini termasuk didalamnya mengenai perihal kekuatan, kemudahan operasional, dan dapat di percaya, termasuk purna jualnya.

Promosi yang Kurang Baik

Promosi hendaknya dilakukan secara berencana dan kontinyu agar efektif sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai. Perlu diingat bahwa supaya konsumen potensial bersedia melakukan action pembelian, mereka perlu mendapatkan informasi yang tepat sedangkan konsumen yang telah melakukan pembelian perlu terus dibina agar melakukan npembelian ulang atau mereka bahkan dapat menjadi pemasar tidak langsung oleh karena kepuasan yang mereka terima diinformasikan kepada orang lain.

Masalah merek

Merek yang produknya berkualitas sesuai dengan pesan promosi yag dilakukan, juga merek – merek produk yang merupakan produk perintis, akan tertanam kuat dalam benak konsumen sebagai merek yang paling diingat dan menjadi pilihan utama untuk dikonsumsi atau dipakai. 


Kegagalan dalam memperkenalkan nama merek biasanya disebabkan oleh proosi yang lemah atau kinerja produk yang juga lemah. Tetapi hanya mengandalkan kekuatan sebuah nama merek tidaklah cukup untuk menjadikan perushaan kebal pada masalah masalah pemasaran yang lain.

Kegagalan Pengembangan Produk

Hendaknya produk baru telah diluncurkan pada saat produk lain telah memasuki tahapan decline. Sebelum produk baru tersebut diluncurkan hendaknya bagian riset dan pengembangan perusahaan telah mantap dengan rancangan produk barunya, sehingga saat diluncurkan kelak produk baru ini dapat diterima oleh konsumen. Apabila terjadi kegagalan, masalah utama adalah terletak pada penelitian yang telah dilakukan belum cukup. Kegagalan pada produkharus segera dideteksi dan dihilangkan sebelum produk ini terjual di pasar.

Masalah Segelintir Pelanggan Utama

Masalah serius jika salah satu dari peanggan utama melakukan keputusan untuk tidak menerima produk secara sepihak . apalagi jika perusahaan melakukan proses produksi tidak berdasarkan pesanan mereka. Karena sebagian produksi tidak dapat disalurkan, maka biaya produksi menigkat, bahanyanya, kondisi seperti ini dapat mempengaruhi citra perusahaan di mata para konsumen.

Kesalahan Distribusi

Banyak perusahaan hanya berfikiran menjual produk secara local padahal produknya cocok untuk dijual dalam skala nasional, atau perusahaan hanya berfikir menjual produk di dalam negeri padahal produk itu cocok nuntuk diekspor ke luar negeri, lewat agen, eksportir, maupun malalui franchising.

Minimalisasi Risiko Pemasaran

Perusahaan hendaknya menggunakan taktik – taktik yang baik dalam pemasaran. Perusahaan harus membangun suatu visi pemasaran. Dijelaskan bahwa pemasaran harus berada di pasar yang teat, menawarkan produk – produk dan service ungggulan, serta memiliki program – program yang jelas. Visi pemasaran yang strategis adalah inovasi, informasi, focus pada pelanggan promosi, kesadaran pada merek, permintaan yang kuat, kekuatan pada harga, distribusi yang baik.

Berada pada Pasar yang Tepat

Mudah tetapi berbahaya bagi perusahaan untuk memfokuskan pada bagaimana menjual barang pada konsumen dibandingkan dengan bagaimana memenuhi kebutuhan konsumen secara berkelanjutan. Agar perusahaan jelas mengenai pasar yang akan di tuju, hendaknya pasar memiliki criteria berikut :

 Pasar hendaknya cukup besar

Pasar hendaknya harus tumbuh

Pasar berpotensi besar untuk mendapatkan keuntungan usaha

Pasar tidak bersifat rawan dari kebijakan pemerintah

Pasar tidak controversial atau mengkhawatirkan

Selanjutnya, di dalam pasar, perusahaan hendaknya :

Cukup mampu bersaing secara aktif

Mampu untuk mencapai pertumbuhan

Jika perusahaan ini gagal atas persyaratan di atas maka perusahaan di anjurkan untuk mencari produk baru ataupun pasar baru.

Performance yang Unggul

Factor – factor penentu performance dari superstore dapat terdiri dari :

  • lokasi ukuran toko
  • jam buka informasi dan promosi
  • parkir servis yang di tawarkan 
  • tipe persediaan barang sikap dan pengetahuan karyawan
  • tata letak took dan suasana kecepatan pembayaran
  • citra merek harga

  

Inovasi

Ada dua macam perusahaan di dalam pasar yaitu, perusahaan yang maju dan perusahaan yang tertinggal. Perusahaan maju dan tertinggal dicirikan oleh bebrapa factor antara lain :

  • Perusahaan Maju Perusahaan Tertinggal

  • Inovatif Ikut –ikutan

  • Membuat Produk Baru Membuat produk Imitasi

  • Konsentrasi pada strategi Konsentrasi pada taktik

  • Pengaturan untuk masa dating mengatur status-quo  


Dalam mengantisipasi produk, kapan produk lama dapat dipertahankan dan kapan produk baru yang inovatif diluncurkan, umur roduk merupakan salah satu indicator yang baik sebagai bahan pertimbangannya.

Diversifikasi Produk

Munculnya diversifikasi menimbulkan msalah sulit melakuka sinergi dan pengendalian terhadap seluruh produk. Perusahaan dapat mengurangi risikonya dengan beberapa cara. Diversivikasi lahir dari adanya analisis riset pasar, criteria produk baru, laporan R&D yang ahkirnya memunculkan sebuah ide selanjutnya memasuki tahap ide, criteria dan R&D, selanjutnya adalah pembuatan prototype dari produk tersebut, jika gagal modifikasi atau tinggalkan produk tersebut. Selanjutnya tahapan yang dilakukan adalah uji coba pasar, apabila ada kesalahan maka dapat di modifikasi pada tahap prototype dan uji coba lagi setelah sukses maka produk siap untuk diluncurkan.

Informasi 

Peramalan merupakan salah satu informasi yang berguna bagi manajemen, khususnya bagi perencanaan. Analisis SWOT yang lebih strategis berisi informasi tenang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Penelitian perlu dilakukan agar perusahaan memiliki informasi tentang pengeluaran utama perusahaan. Informasi pun diperlukan dalam rangka bench-marking agar produk menjadi lebih kompetitif.

Focus Pada Pelanggan

Perusahaan di tuntut untuk dapat bertindak fleksibel dan melayani apa yang dibutuhkan konsumen. Perusahaan juga menerima dengan baik keluhan serta ide dari konsumen. Staf pemasaran hendaknya mengunjungi konsumen secara teratur selain untuk menjaga hubungan baik sehingga tetap terjaga proses pembelian lang atas produk, juga dapat dimanfaatkan untuk mancari data dalam rangka riset pemasaran.

Komunikasi yang Efektif

Hendaknya promosi menjelaskan kepada calon konsumen mengenai suatu produk sehingga mereka yang asalnya tidak tau mengenai produk tersebut ahkirnya sampai pada tindakan pembelian. Kegiatan hendaknya dilakukan dengan teratur dan penting untuk diingat bahwa kegiatan promosi jangan berkesan menggurui, apalagi menipu. 




sumber :

Umar, Husein. Manajemen Risiko Bisnis, Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.1998























































0 komentar:

Posting Komentar