Selasa, 09 Juni 2015

Tugas Kewirausahaan



Analisis sektor bisnis sandang dan asesorinya


  •   Tingkat Persaingan dan Harga pasar

Peluang bisnis dalam sektor sandang dan asesorinya merupakan peluang bisnis yang menguntugkan. Karena prospeknya yang bagus. Banyak yang membuka usaha dalam bidang ini. Sehingga banyak sekali pesaing yang ditemukan dalam bidang bisnis yang sama. Harganya pun relatif bersaing atau kompetitif disebebkan persaingan yang sangat ketat dalam bisnis ini. Contohnya saja, bisnis pakaian kebaya yang berada di pasar atas bukittinggi. Kita dapat menemukan banyak penjual  baju kebaya di tempat yang berdekatan dengan harga yang sangat kompetitif. Hal ini dikarenakan untuk menarik pelanggan. Jika harganya tidak kompetitif, maka pelanggan akan mencari penjual yang menawarkan baju kebaya dengan harga standar menurut mereka 


  • Faktor komoditas yang butuh aspek ‘pembeda’ dan keunikan yang jelas

Bisnis yang berprospek bagus adalah bisnis yang banyak digeluti oleh banyak pebisnis. Oleh karena itu, ketersediaan komoditas terkadang tidak mencukupi. Apalagi faktor komoditas ini harus memiliki pembeda artinya dapat membedakan brand seorang pebisnis dengan lainnnya. Biasanya komoditas yang seperti ini susah untuk dicari. Biasanya pebisnis mendatangkan komoditas ini dari luar daerah. Contohnya adalah pengusaha baju kebaya yang berada di aur kuning Bukittinggi. Para pengusaha selalu memberikan pembeda terhadap baju kebaya yang mereka jual. Biasanya mendatangkannnya dari daerah jawa barat.

  •  Faktor Tren yang begitu cepat berubah

Seperti yang sudah diketahui bahwa bisnis sandang merupakan bisnis yang dinamis. Artinya bisnis ini memerlukan inovasi terus menerus dan harus mengikuti tren yang terus beruba. Jika tidak mengikuti tren yang berkembang maka bisnis akan terhenti bakan bisa mati. Jika pengusaha tidak melakukan forcasting dengan baik maka akan mendatangkan kerugian di bidang persediaan. Biasanya engusaha selalu melakukan persediaan. Jika tidak manhir dalam membaca situsi bisnis yang terus berkembang. Persedian bisa saja tidak terjual dan mendatangkan kerugian. Oleh sebab itu pebisnis harus manhir dalam membaca situasi bisnis yang ada. Melakukan persediaan dengan forcasting yang baik. Sehingga tidak terjadi overstock ataupun understock.

  •  Faktor  pesaing – pesaing yang besar

Biasanya hal ini sangat dirasakan bagi pebisnis – pebisnis yang ingin memulai usahanya dari nol. Mulai memperkenalkan merek meraka sampai mengembangkan merek mereka dari nol. Mereka akan merasa sedikit tertekan dengan binsis yang sudah relatif nama memiliki brand yang kuat. Disini. Pebisnis di tuntut untuk berfikir kreatif agar dapat membedakannya dengan bisnis yang sudah besar. Kecendrungan konsumen adalah membeli sandang dari pebisnis yang sudah lama menggeluti bisnis tersebut. Secara otomatis saja, bisnis kecil menjad kurang percaya diri dalam menjalankan bisnisnya. Bisnis – bisnis yang baru memulai usahanya harus mengembangkan kepercayaan konsumen konsumen terhadap merek mereka. Hal ini lah yang sangat sulit untuk dilakukan.

  •  Faktor kebutuhan modal untuk investasi agar bisnisnya bisa tumbuh
Bisnis sandang ini jika dilihat skala industri merupakan bisnis yang membutuhkan modal yang cukup besar. Sehingga pebisnis harus melakukan riset pasar agar saat membangun bisnis di bidang ini dapat berjalan baik. Karena bisnis ini bukan hanya membutuhkan bahan
baku seperti kain, tetapi juga pabrik ataupun tempat untuk mengkonversi kain menjadi pakaian, karyawan, pendistribusian, toko untuk menjajakan barang yang sudah jadi. Tak jarang pebisnis mengurungkan keinginginan karena mereka berfikir bahwa bisnis ini sangat membutuhkan modal yang sangat besar. Muncul rasa kekhawatiran tidak dapat mengenbalikan pinjaman jika bisnis yang dinamis ini tidak berjalan dengan baik. Sehingga sikap berani menanggung risiko disini sangat minim sekali.

  • Faktor teknologi dan desain yang sangat penting sebagai kriteria kesusksesan.

Bisnis sandang merupakan bisnis yang dinamis. Setiap saat akan ada model pakaian yang barulebih nodis ataupun trendi. Untuk itu sangat dibutuhkan desain yang sangat kreatif agar bisnis pakian ini dapat bersaing dengan pesaing yang mendesain pakaian dengan desain yang lagi membooming. Tidak ketinggalan bisnis tidak boleh meninggalkan keunikan dalam memdesain karena keunikan merupakan DNA, faktor pemdesa yang sangat mendasar. Selain itu teknologi juga mempengaruhi berkembangnya kemajuan bisnis dalam bidang ini. Teknologi canggih sangat mendukung perubahan tren yang terjadi. Teknologi mampu menciptakan prodduk dengan cepat sesuai dengan tuntutan selera konsumen. Tetapi tidak denikian dengan peralatan yang sederhana. Peralatan ini lebih kaku. Tidak mampu menangani bisnis dengan fleksibel. Maka disini jelas sekali peranan teknologi dan desain dalam bisnis ini.

Analisis sektor bisnis pendidikan


  • Tingkat persaingan dan harga pasar

Semakin sadarnya masyarakat zaman sekarang akan pentingnya pendidikan. Pendidikan bukan lagi kebutuhan tersier tetapi sudah menjadi kebutuhan primer. Semua orang membutuhkan pendidikan. Tak jarang pebisnis menggeluti pendidikan sebagai bisnis yang mebjanjikan dengan pendidikan formal, pendidikan non formal, bimbingan belajar dan lain – lain. Sehingga persaingan sangat ketat, dan dalam menentukan harga pasarnya juga sangat ketat. Apabila pebisnis tidak mampu bersaing dengan baik dalan hal penetapan harga, maka bisa saja bisnis pendidikan akan di tutup. Bisnis pendidikan bukan hanya sekedar bisnis semata, tetapi juga haru memasukkan unsur – unsur pengabdian masyarakat. Untuk itu di tingkat persaingan yang ketat, pebisnis dalam bidang ini di tuntut untuk tidak lupa memasukkan unsur – unsur moralitas di dalamnya jangan hanya menguntungkan saja yang dipikirkan.

  •  Faktor komoditas yang butuh aspek ‘pembeda’ dan keunikan yang jelas.

Semakin ketatnya persaingan dalam bisnis pendidikan. Maka pebisnis dalam bidang pendidikan ini dituntut untuk menyediakan jasa pengajar yang berkualitas. Yang mampu membagikan ilmunya sesuai dengan harapan peserta didiknya.  Orang  yang berkompeten dalam mengajar sangat dibutuhkan dalam bisnis ini. Tetapi tidak jarang orang berkompeten ini sulit untuk ditemukan. Oleh karena itu, tidak jarang pebisnis mendatangkan tenaga pengajar dari luar yang lebih berkompeten. Selain itu metode belajar yang diterapkan relatif berbeda. Pebisnis harus mampu menciptakan metode belajar uyang unik dan khas, tepat sasaran agar peserta didik mampu mendapatkan ilmunya. Biasanya ini yang menjadikan aspek penting. Dan disinilah pebisnis baru sulit untuk mendifinisikan keunikan bisnisnya.

  •  Faktor tren yang begitu cepat berubah

Dahulu pendidikan formal merupakan pendidikan yang menguasai dunia pendidikan. Tetapi sekarang zaman telah berubah. Bukan hanya pendidikan formal saja yang mengusai dunia pendidikan, tetapi juga pendidikan nonformal juga bimbingan belajar. Hal ini disebebkan karena adanya ketidakpuasan yang dirasakan oleh peserta didik dalam menggali ilmu dalam pendidikan formal. Sehingga mereka mencari sumber lain untuk mengasah skill dan keterampilan yang mereka miliki. Oleh karena itu pebisnis pendidikan formal harus melaukan inovasi – inovasi dalam menjalankan perannya sebagai bisnis maupun sebagai sebuah organisasi pengabdian sosial. Sebab jika tidak, maka peserta didik akan mencari organisasi pendidikan yang lain yang mampu memberikan harapan mereka. Harus dilakukan inovasi seperti diadakan pelajaran keterampilan. Bukan hanya kemampuan akademik yang di tinggkatkan tetapi juga kemampuan dibidang lainnya yang menunjang pendidikan perlu diperhatikan.

  •  Faktor pesaing – pesaing besar

Sama dengan bisnis lainnnya. Biasanya muncul rasa khawatir terhadap pebisnis mula yang mau mengawali bisnisnya. Karena disini pendidikan bukan hanya sekadar bisnis tetapi juga merupakan organisasi pengabdian sosial. Sehingga perlu mengedepankan moralitas, kualitas pendidiikan yang ditawarkan. Karena kecendrungan konsumen adalah percaya kepada bisnis yang sudah relatif besar. Mereka percaya bahwa bisnis yang sudah lama berdiri dan besar bagus dalam menjalankan bisnisnya karena bisnis tersebut mampu tumbyuh dengan baik. Hal ini lah menjadi tekanan bagi pemula bisnis. Mereka tetap harus berusaha memabangun kepercayaan konsumen. Bahwa mereka mampu memberikan kualitas pendidikan yang bagus biaya pendidikan yang relatif terjangkau bagi semua kalangan.

  •   Faktor kebutuhan modal untuk investasi agar bisnisnya bisa tumbuh

Investasi yang dibutuhkan dalam bisnis ini tidaklah sedikit karena bisnis ini membutuhkan izin untuk menjalankan usaha, harus selalu memperpajang kontrak izin usaha, tepat usaha, pekerja yang kompeten. Tidak jarang banyak lembaga pendidikan yang tutup karena terkendala dengan biaya operasional yang tidak di manajemen dengan baik. Oleh karena itu, untuk memulai bisnis ini benar – benar butuh riset. Dimana bisnis harus bisa berkembang sehingga investasi yang dilakukan tidak sia – sia. Harus selalu melakukan inovasi – inovasi. Pendidikan juga merupakan bisnis yang dinamis. Karena pendidikan saat ini bukan sesuatu yang kaku 

  • Faktor teknologi dan desain yang sangat penting sebagai kriteria kesuksesan

Sekarang pendidikan ridak hanya terbatas pada hardskill saja tetapi soft skill juga. Bukan hanya akademik tetapi kemempuan mengaplikasikan teknologi. Karena zaman semakin maju, maka peran teknologi dalam dunia pendidikan sangat berperan penting. Tidak jarang pendidikan formal, non formal dan lain – lainnya mendukung proses pembelajaran dengan teknologi. Karena teknologi sangat penting sekali dalam kehidupan sehari. Dengan demikian teknologi yang canggih sangat diperlukan. Dan pastinya hal ini tidak mudah direalisasikan karena biaya yang dibutuhkan juga relatif besar. Tetap saja terkendala dalam soal biaya dalam pengadaan teknologi. Banyak pebisnis yant tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi canggih yang dinamis.

1 komentar:

  1. jelaskan pendapat anda terhadap anlisis sektor bisnis pendidikan bila anda untuk memasuki sektor bisnis tersebut.nenurut anda,strategi apa yang tepat untuk digunakan

    BalasHapus